Tampilkan postingan dengan label Daskom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daskom. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 November 2012

Model Komunikasi Menurut Gudykunst dan Kim


Label: Dasar-dasar Komunikasi
Model Komunikasi William B. Gudykunst dan Young Yun Kim

Model ini mengasumsikan dua orang yang sejajar dalam berkomunikasi, masing-masing dari mereka sebagai pengirim sekaligus penerima, atau keduanya sebagai penyandi (encoding) dan penyandi balik (decoding). Karena hal itulah, kita dapat melihat bahwa pesan dari seseorang merupakan umpan balik untuk yang lainnya. Pesan / umpan balik diantara mereka diwakilkan oleh sebuah garis dari sandi seseorang kepada sandi balik dari yang lainnya. Dua garis itu menunjukan bahwa setiap orang dari kita itu berkomunikasi. Kita menyandi dan menyandi balik pesan dalam satu waktu. Dengan kata lain, komunikasi bukanlah hal yang statis, kita tidak akan menyandi sebuah pesan dan melakukan apapun sampai kita mendapat umpan balik.

 









Masih menurut Gudykunst dan Kim, penyandian pesan dan penyandian balik pesan merupakan proses interaktif yang dipengaruhi oleh filter- filter konseptual yang dikategorikan menjadi faktor-faktor budaya, sosiobudaya, psikobudaya dan faktor lingkungan. Lingkaran paling dalam, yang mengandung interaksi antara penyandian pesan paling dalam, yang mengandung interaksi antara penyandian pesan dan penyandian pesan balik pesan, dikelilingi tiga lingkaran lainnya yang merepresentasikan pengaruh budaya, sosio budaya dan psiko budaya. Salah satu unsur yang melengkapi model tersebut adalah lingkungan. Lingkungan mempengaruhi kita dalam menyandi dan menyandi balik pesan. Lokasi geografis, iklim, situasi arsitektual (lingkungan fisik). Dan persepsi kita atas lingkungan tersebut memengaruhi cara kita menafsirkan rangsangan yang datang dan prediksi yang kita buat mengenai perilaku orang lain.



KESIMPULAN : Model Gudykunst dan Kim sebenernya merupakan model komunikasi antarbudaya, yakni komunikasi antara orang-orang yang berasal dari budaya berlainan, atau komunikasi dengan orang asing (stranger). Model komunikasi ini pada dasarnya sesuai untuk komunikasi tatap muka, khususnya antara 2 orang. Meskipun disebut model komunikasi antarbudaya atau model komunikasi dengan orang asing, model komunikasi tersebut dapat merepresentasikan komunikasi antara siapa saja, karena pada dasarnya tidak ada 2 orang yang mempunyai budaya sosialbudaya dan psikobudaya yang persis sama.

Makalah Dasar-Dasar Komunikasi Kelompok 6





Rabu, 28 November 2012

MODEL KOMUNIKASI BERLO



Model-model Komunikasi
Model Komunikasi Berlo

Dalam model komunikasi David K. Berlo, terdapat unsur-unsur utama komunikasi yang dikenal dengan SCMR, yaitu Source (sumber), Channel (saluran), Message (pesan), dan Receiver (penerima). Di samping itu, terdapat juga tiga unsur lain, yaitu Feedback (tanggapan balik), Efek , dan Lingkungan. Setiap unsur ini akan saling bergantung satu sama lain dan memiliki peranan penting dalam membangun proses komunikasi.

1. Sumber
Semua peristiwa komunikasi akan melibatkan sumber sebagai pengirim informasi. Sumber terdiri dari satu orang atau kelompok. Misalnya partai, organisasi atau lembaga.

2. Pesan


Pesan adalah sesuatu (pengetahuan, hiburan, informasi, nasehat atau propaganda) yang disampaikan pengirim kepada penerima. Pesan dapat disampaikan dengan cara tatap muka atau melalui media.

3. Saluran
Saluran komunikasi adalah media yang membawa pesan. Saluran komunikasi ini terdiri dari komunikasi lisan, tertulis, dan elektronik.

4. Penerima
Penerima adalah pihak yang menjadi sasaran pesan yang dikirim oleh pengirim.

5. UmpanBalik
Umpan balik merupakan respons atau reaksi yang diberikan oleh penerima.

6. Efek
Efek atau pengaruh merupakan perbedaan antara apa yang dipikirkan, dirasakan dan dilakukan oleh penerima sebelum dan sesudah menerima pesan.

7. Lingkungan
Lingkungan atau situasi adalah faktor-faktor tertentu yang dapat mempengaruhi jalannya komunikasi.

MODEL KOMUNIKASI SCHRAMM



Dari bentuknya, model komunikasi dasar terbagi menjadi 2,yaitu :
· Model komunikasi linear satu arah
· Model komunikasi sirkuler

MODEL-MODEL KOMUNIKASI LINEAR : SATU ARAH

Model ini didasari paradigma stimulus-respon.Komunikan adalah makhluk pasif, menerima apapun yang disampaikan komunikator kepadanya. Komunikator aktif menyampaikan pesan, komunikan pasif menerima pesan, pesan berlangsung searah dan relatif tanpa umpan balik, karena itu disebut linear. (Model Aristoteles,Model Laswell, Model Braddock,Model Shannon-Weaver)

MODEL-MODEL KOMUNIKASI SIRKULER : DUA ARAH

Kedudukan komunikator dan komunikan relative setara. Munculnya paradigma baru ini merupakan pemisahan dari paradigma yang lama tentang komunikasi yang linear. Model sirkuler dikritik karena adanya kesamaan tingkat (equality)antara komunikator dan komunikan.(Model Schramm,Model De Fleur,Model Helical Dance)

DEFINISI KOMUNIKASI


 
5 Pengertian Komunikasi

1.       Colin Cherry
Komunikasi adalah proses dimana pihak-pihak saling menggunakan informasi dengan untuk mencapai tujuan bersama dan komunikasi merupakan kaitan hubungan yang ditimbulkan oleh penerus rangsangan dan pembangkitan balasannya.


2.       Carl I. Hovland
Komunikasi adalah proses dimana seseorang individu atau komunikator mengoperkan stimulan biasanya dengan lambang-lambang bahasa (verbal maupun non verbal) untuk mengubah tingkah laku orang lain.


3.       William Albig
Komunikasi adalah proses sosial, dalam arti pelemparan pesan/lambang yang mana mau tidak mau akan menumbuhkan pengaruh pada semua proses dan berakibat pada bentuk perilaku manusia dan adat kebiasaan.


4.       Karfried Knapp
Komunikasi merupakan interaksi antar pribadi yang menggunakan sistem simbol linguistik, seperti sistem simbol verbal (kata-kata) dan non verbal. Sistem ini dapat disosialisasikan secara langsung / tatap muka atau melalui media lain (tulisan, oral, dan visual).

5.       William J.Seller
Komunikasi adalah proses dimana simbol verbal dan nonverbal dikirimkan, diterima dan diberi arti.


Tugas Individu Dasar-dasar Komunikasi
Dosen: Ibu Murti Kusuma Wirasty

CONTOH PERILAKU KOMUNIKASI



Komunikasi dapat terjadi secara tatapmuka (konvensional) maupun bermedia (digital). Berikut adalah satu contoh masing-masing dari 9 perilaku komunikasi dalam konteks pembelajaran:

·         1A. Perilaku simtomatik yang tidak dipersepsi – Ketika presentasi di depan kelas, badan kita gemetaran karena gugup, namun tidak ada seorang pun yang melihatnya.
·         1B. Simtom yang dipersepsi secara insidental – Ketika presentasi di depan kelas, badan kita gemetar. Kemudian teman-teman menyadari bahwa badan kita gemetar karena gugup, walaupun sebelumnya mereka tidak memperhatikan.
·         1C. Simtom yang diperhatikan – Ketika presentasi di depan kelas, badan kita gemetar. Kemudian seorang teman yang berada paling dekat dengan kita bertanya, “kamu sepertinya gugup sekali ya.”
·         2A. Pesan nonverbal yang tidak diterima – Ketika kita ingin mengajukan pertanyaan kepada dosen, kita pasti terlebih dahulu mengacungkan tangan. Namun, tidak hanya kita yang mengacungkan tangan, banyak teman-teman yang lain yang mengacungkan tangan karena sama-sama ingin bertanya. Lalu dosen tidak menunjuk ke arah kita, melainkan ke arah salah satu teman kita yang mengacungkan tangan juga.
·         2B. Pesan nonverbal insidental – Ketika dosen sedang menjelaskan apa yang sedang dipelajari, lalu kita memiliki kesibukan sendiri. Namun, ketika dosen bertanya kepada kita, kita dapat menjawab apa yang dijelaskan tadi.
·         2C. Pesan nonverbal yang diperhatikan – Ketika kita ingin mengajukan pertanyaan kepada dosen, kita pasti terlebih dahulu mengacungkan tangan. Lalu dosen langsung menunjuk ke arah kita dan mempersilakan kita untuk bertanya.
·         3A. Pesan verbal yang tidak diterima – Ketika kita hendak mengirim tugas melalui email, dan pesan itu tidak terkirim karena adanya masalah dalam koneksi internet.
·         3B. Pesan verbal insidental – Ketika proses belajar sedang berlangsung di dalam kelas, ada salah satu di antara kita yang ‘nyeletuk’, namun seisi ruangan kelas tidak terlalu memperhatikannya.
·         3C. Pesan verbal yang diperhatikan – Ketika kita sedang presentasi di depan kelas bersama kelompok, lalu kelompok yang lain beserta dosen memperhatikan apa yang sedang kita presentasikan.



Tugas Individu Dasar-dasar Komunikasi
Dosen: Ibu Murti Kusuma Wirasty

MODEL KOMUNIKASI LASSWELL DALAM PEMBELAJARAN


Model Komunikasi Lasswell dalam Pembelajaran
Model komunikasi Lasswell, dapat menjelaskan bagaimana komunikasi terjadi dalam proses pembelajaran, sesuai yang diungkapkan dalam model ini, yaitu “who says what in which channel to whom with what effect”, yang artinya siapa mengatakan apa dengan medium apa kepada siapa dengan pengaruh apa?”.
Lalu hubungan antara model komunikasi ini dengan pembelajaran adalah sebagai berikut:
·         Who
Siapa di sini adalah guru.
·         Says What
·         Maksudnya adalah materi yang disampaikan oleh guru kepada peserta didik.
·         In Which Channel
Yaitu media yang digunakan oleh guru untuk menyampaikan materi kepada peserta didik.
·         To Whom
Siapa di sini adalah peserta didik.
·         With What Effect
Yaitu pengaruh yang ditimbulkan oleh guru kepada peserta didik setelah menyampaikan materi tersebut.
Contohnya adalah, tugas diskusi virtual mata kuliah Dasar Komunikasi yang diberikan minggu lalu. Ibu Murti (Who) memberikan materi didiskusikan, yaitu Komunikasi dan  Pembelajaran (Says What) melalui Web Bali(In Which Channel) kepada mahasiswa TP 2012 (To Whom) sehingga mahasiswa TP 2012 dapat mengerjakan assignment yang diberikan berdasarkan hasil diskusi tersebut (With What Effect).

MODEL KOMUNIKASI SHANNON WEAVER



Model ini membahas tentang masalah dalam mengirim pesan berdasarkan tingkat kecermatannya. Model ini mengandaikan sebuah sumber daya informasi (source information) yang menciptakan sebuah pesan (message) dan mengirimnya dengan suatu saluran (channel)kepada penerima (receiver) yang kemudian membuat ulang (recreate)pesan tersebut. Dengan kata lain, model ini mengasumsikan bahwa sumberdaya informasi menciptakan pesan dari seperangkat pesan yang tersedia. Pemancar (transmitter) mengubah pesan menjadi sinyal yang sesuai dengan saluran yang dipakai. Saluran adalah media yang mengirim tanda dari pemancar kepada penerima. Di dalam percakapan, sumber informasi adalah otak, pemancar adalah suara yang menciptakan tanda yang dipancarkan oleh udara. Penerima adalah mekanisme pendengaran yang kemudian merekonstruksi pesan dari tanda itu. Tujuannya adalah otak si penerima. Dan konsep penting dalam model ini adalah gangguan.

Mengenal Teori Shannon-Weaver
Sebagai peneliti untuk perusahaan telekomunikasi, Shannon tentu saja tertarik terhadap efisiensi mengirim infomasi melalui saluran telegram dan telepon yang waktu itu belum berkembang seperti saat ini. Untuk itu, Shannon perlu memandang informasi sebagai simbol-simbol yang dipertukarkan dalam komunikasi antar manusia. Secara khusus, dia harus menjelaskan bagaimana alat dan saluran komunikasi mengirim simbol-simbol itu dari satu titik di suatu tempat ke titik lain di tempat lainnya. Ini dikenal sebagai transmisi informasi.
Bagi laboratorium Bell tempat Shannon bekerja, kapasitas, efisisiensi, dan efektivitas transmisi ini menjadi amat penting untuk pengembangan jaringan telepon. Shannon lalu menggunakan pendekatan matematik yang memudahkan manusia mereduksi gejala rumit agar mudah dipahami, dan kemudian menghitung atau mengukur gejala tersebut untuk mencapai efisiensi teknologi.
Setahun setelah Shannon mengajukan pemikiran matematisnya di jurnal perusahaan Bell, teori ini dikembangkan lebih jauh bersama seorang rekannya, Warren Weaver, untuk menjadi buku. Di dalam buku inilah mereka menegaskan bahwa untuk memahami informasi, kita perlu berasumsi bahwa semua tujuan komunikasi adalah mengatasi ketidakpastian (uncertainty). Teori yang dikembangkan Shannon dan Weaver menyederhanakan persoalan komunikasi ini dengan memakai pemikiran-pemikiran probabilitas (kemungkinan).