Tampilkan postingan dengan label PTP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PTP. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 November 2012

BELAJAR DAN PEMBELAJARAN


Label: 




PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
            Pada dasarnya, belajar adalah perubahan yang relatif menetap dan dapat berlangsung kapan saja, kompleks dan terjadi pada semua orang dan semua usia. Sementara, dalam proses belajar terjadi pembelajaran, di mana adanya interaksi antara pendidik, media dan pelajar.

            Belajar dan pembelajaran juga merupakan salah satu masalah dalam dunia pendidikan. Acap kali masalah ini di lupakan begitu saja, padahal cara dan sistem dalam proses pembelajaran sangat mempengaruhi keberhasilan penyampaian materi dari pendidik kepada pelajar. Pada zaman ini, mulai banyak pengembangan-pengembangan sistem dan cara-cara belajar seperti belajar On-Line/Hybird Learning.
            Oleh karena itu, dalam karya ilmiah ini kami mengangkat masalah belajar da pembelajaran. Tim penulis mencoba menyusun suatu karya tulis mengenai definisi belajar dan pembelajaran, tujuan dan manfaat, jenis-jenis belajar, gaya belajar dan pembahasan mengenai belajar dan pembelajaran dalam Teknologi Pendidikan.

SISTEM BELAJAR MANDIRI


Label: 

PEMBAHASAN
A.   Pengertian Konsep Dasar Pengembangan Sistem Belajar Mandiri
Secara ringkas dapat disebutkan bahwa teknologi pendidikan sebagai suatu konsep, mengandung sejumlah gagasan dan rujukan. Gagasan yang ingin diwujudkan adalah agar setiap pribadi dapat berkembang semaksimal mungkin dengan jalan memanfaatkan teknologi sedemikian rupa sehingga selaras dengan perkembangan masyarakat dan lingkungan.
Sistem adalah perpaduan antara sejumlah komponen yang masing-masing mempunyai fungsi sendiri, namun saling berkaitan untuk mencapai suatu tujuan bersama, dalam suatu lingkungan yang kompleks.
Belajar mandiri bukan berarti belajar sendiri.  Kesalahpengertian tersebut terjadi karena pada umumnya mereka yang kuliah di UT cenderung belajar sendiri tanpa tutor atau teman kuliah. Belajar mandiri berarti belajar secara berinisiatif , dengan ataupun tanpa bantuan orang lain, dalam belajar.
Dalam pelaksanaannya, konsep dasar itu dikembangkan dengan menggunakan rambu-rambu sebagai berikut:
  1. Adanya pilihan materi ajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta dalam beraneka bentuk
  2. Pengaturan waktu belajar yang luwes, sesuai dengan kondisi masing-masing peserta didik
  3. Kemajuan belajar yang dipantau oleh berbagai pihak yang dapat dilakukan kapan saja peserta didik telah siap
  4. Lokasi belajar yang dipilih/ditentukan sendiri oleh peserta didik.
  5. Dilakukannya diagnosis kemampuan awal dan kebutuhan serta remediasi bila kemampuan itu kurang atau pengecualian bila kemampuannya sudah dikuasai.
  6. Evaluasi hasil belajar, dengan berbagai cara dan bentuk seperti tes penguasaan, pembuatan portofolio, dsb
  7. Pilihan berbagai bentuk kegiatan belajar dan pembelajaran yang sesuai dengan kondisi dan karakteristik peserta didik maupun pelajaran.

SISTEM PENDIDIKAN TERBUKA DAN JARAK JAUH


Label: 


Pendahuluan

Kondisi negara Indonesia yang unik, serta perubahan yang terjadi di era global seperti ini mengharuskan kita mengembangkan sistem pendidikan yang lebih terbuka, lebih luwes, dan dapat diakses oleh siapa saja yang memerlukan tanpa memandang usia, jender, lokasi, kondisi sosial ekonomi, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya. Sistem pendidikan tersebut adalah sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh yang merupakan subsistem dari pendidikan nasional. Penekanan akan peran penting sistem pendidikan jarak jauh dan terbuka dalam pendidikan nasional telah dirumuskan dalam undang-undang tentang Sistem Pendidikan Nasional yang merupakan perubahan visi, misi, dan strategi pendidikan nasional dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Pengaruh gabungan kondisi geografis, pertumbuhan, dan sebaran penduduk telah mendorong para pengambil kebijakan di bidang pendidikan untuk menjadikan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh sebagai alternatif untuk mengatasi pemerataan kesempatan, peningkatan mutu dan relevansi serta efisiensi penyelenggaraan pendidikan antarwilayah, antarpulau, dan antarkelompok penduduk usia sekolah maupun penduduk usia diluar sekolah.
Salah satu indikator yang kurang menggembirakan tentang mutu SDM di Indonesia dapat dilihat dari UNDP (2000) tentang peringkat Indeks Pengembangan Manusia (Human Development Index), yaitu komposisi dari tingkat penencapaian pendidikan, kesehatan, dan pendapatan per kepala yang cenderung menurun antar waktu. Di antara 174 negara di dunia, Indonesia menempati urutan ke-102 pada tahun 1996, ke-99 pada tahun 1997, ke-105 pada tahun 1998, ke-109 pada tahun 1999. Data yang dilaporkan pada The World Economic Forum (2000) mengaindikasikan bahwa indonesia memiliki daya saing yang rendah yaitu urutan ke-37 dari 57 negara yang di survey dunia. Rendahnya indeks daya saing tersebut mengisyaratkan terobosan pendidikan dalam pemerataan kesempatan dan peningkatan mutu pendidikan. Salah satu kebijakan nasional adalah peningkatan intensitas pemanfaatan sistem pendidikan jarak jauh pada semua jalur, jenjang dan jenis pendidikan.